Article

BLog Img

Menegur Dengan Cinta

"Menegur Dengan Cinta"

Teguran yang Tepat, Agar Tak Berbalik Menyakitkan

Meluruskan perilaku yang salah di sekitar kita sangat dianjurkan dalam Islam. Bahkan, inti dari dakwah adalah mengajak orang kembali ke jalan yang lurus. Namun, adakalanya niat baik dalam menegur justru berdampak sebaliknya. Yang ditegur bukannya berubah, malah semakin menjauh.

Tidak sedikit kita temui kasus seperti ini. Mungkin kita sendiri pernah mengalaminya, baik sebagai pihak yang menegur maupun yang ditegur. Misalnya, kita pernah menegur teman yang makan dengan tangan kiri. Namun, karena cara kita yang kurang tepat, bukannya berterima kasih, teman itu justru membantah dengan berbagai alasan. Atau, bisa jadi kita sendiri yang pernah ditegur. Karena tegurannya tidak menyenangkan, terbesit dalam hati kita, “Kok negurnya begitu, ya?”

Anjuran Menegur

Islam sangat menganjurkan, bahkan mewajibkan umatnya untuk saling menasihati dan menegur. Dengan teguran, seseorang bisa sadar akan kesalahannya dan memperbaiki diri. Karena sejatinya, tidak ada manusia yang luput dari salah.

Allah berfirman:
“Dan tetaplah memberi peringatan, karena sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang yang beriman.”
(QS. Az-Zariyat: 55)

Niat Baik Saja Belum Cukup

Dalam Islam, niat memang memiliki nilai tinggi dan menjadi penentu diterima atau tidaknya amal. Namun, dalam hal menegur, niat baik saja belum cukup. Diperlukan juga cara dan metode yang baik agar teguran diterima dengan lapang dada.

Allah SWT berfirman dalam Surah Fushilat ayat 34:
“Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah kejahatan itu dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan dia ada permusuhan, seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia.”

Siasati dalam Teguran

Ada beberapa hal yang InsyaAlloh dapat kita jadikan bahan pertimbangan ketika kita ingin menegur  saudara kita yang melakukan kesalahan.

  1. Pahami kesalahan yang dilakukan

Sebelum menegur, sebaiknya kita observasi atau kita pandang kesalahan yang  muncul secara keseluruhan. Kenapa ia melakukan kesalahan: disengaja atau tidak, apakah ia tahu  bahwa yang ia lakukan itu salah, atau ada sesuatu yang menyebabkan ia melakukan kesalahan.

  1. Pahami Pelaku Kesalahan

Kita harus faham siapa pelaku kesalahan agar pendekatan yang nantinya kita lakukan tepat sasaran.

  1. Pilih Situasi Dan Kondisi yang tepat

Sebaiknya kita memilih saat menegur yang tepat dan tidak dalam keramaian agar yang ditegur tidak merasa dipermalukan .

  1. Tidak berbelit-belit

Ungkapan teguran dengan bahasa yang efektif, dan tidak bertele-tele agar yang ditegur tidak salah tafsir yang bisa menimbulkan kesalahfahaman.

  1. Akhiri Dengan Doa

Tanpa sepengetahuan pelaku kesalahan, sebaiknya kita memohonkan kebaikan kepada saudara kita yang melakukan kesalahan. Dengan doa, selain kita berharap pada Allah memaafkan kita dan orang yang kita tegur juga dimaksudkan agar teguran kita terjaga keihlasannya.

Semoga Allah meridhoi setiap gerak langkah kita dan menunjuki kita ke jalan yang lurus.(fat)

galeri :