15 Menit Membacakan Buku
"15 Menit Membacakan Buku"
Pesta Literasi Nurul Fikri: Menumbuhkan Cinta Baca Sejak Dini
Sidoarjo — Kelompok Bermain dan Taman Kanak-Kanak Islam Terpadu (KB-TKIT) Nurul Fikri memperingati Hari Aksara Internasional dengan menyelenggarakan Pesta Literasi Nurul Fikri. Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu, 7 September 2019, bertempat di Paseban, Alun-Alun Sidoarjo.
Pihak sekolah menggandeng Perpustakaan Daerah Kabupaten Sidoarjo yang menghadirkan armada pustaka terbarunya, yaitu satu mobil dan tiga motor perpustakaan keliling. Selain itu, turut dilibatkan pula komunitas penggiat literasi Bustanul Hikmah Sukorejo Buduran. Beragam bahan bacaan disediakan, baik untuk anak-anak maupun orangtua. Untuk menambah pilihan bacaan, Taman Baca Nurul Fikri juga turut dihadirkan.
Sejak pukul 06.30 pagi, para peserta yang terdiri dari siswa dan orangtua sudah memadati area alun-alun, lengkap dengan kostum olahraga. Sebanyak 160 siswa antusias mengikuti kegiatan yang diawali dengan senam ceria yang dipandu oleh sepuluh siswa TK B. Irama musik yang mengiringi membuat suasana semakin semarak.
“Kegiatan ini diusung untuk mengaplikasikan ayat pertama dalam Al-Qur’an yang diturunkan, yakni perintah membaca. Membaca adalah pintu ilmu pengetahuan. Dengan beragam bahan bacaan, minat baca anak akan semakin meningkat. Harapannya, budaya membaca akan melekat pada diri anak hingga dewasa,”
ujar Yani Purnamasari, selaku Humas acara.
Apresiasi dari Kepala Dinas Pendidikan
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidoarjo, Drs. Ec. Asrofi, MM, MH, turut hadir dan memberikan sambutan. Ia sangat mengapresiasi kegiatan literasi yang digagas oleh KB-TKIT Nurul Fikri.
“Saya berharap orangtua bisa meluangkan waktu setidaknya 15 menit setiap hari untuk membacakan buku cerita bagi anak-anak mereka. Selain menumbuhkan minat baca, kegiatan ini juga mempererat kedekatan antara orangtua dan anak,”
ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, beliau membacakan buku cerita berjudul Ibnu Sina, seorang ilmuwan muslim yang telah hafal Al-Qur’an di usia 10 tahun dan meraih gelar dokter pada usia 18 tahun. Ibnu Sina dikenal enggan menerima bayaran; ia hanya meminta izin untuk membaca sebanyak-banyaknya di perpustakaan raja. Semangat membaca yang luar biasa ini menghasilkan karya-karya besar yang patut diteladani oleh anak-anak.
Kolaborasi Literasi: Orangtua dan Anak
Salah satu kegiatan yang menarik dalam Pesta Literasi ini adalah kegiatan menuliskan pengalaman saat meminjam buku di perpustakaan. Orangtua dari siswa Kelompok Bermain boleh merekam cerita anak menggunakan gawai Android, kemudian membantu anak menuangkannya dalam bentuk gambar atau tulisan di kertas yang telah disediakan panitia.
Untuk membantu daya ingat anak, orangtua diperbolehkan mendokumentasikan proses peminjaman buku menggunakan kamera HP. Foto tersebut dapat dijadikan alat bantu agar anak lebih mudah menuliskan kembali pengalamannya. Sedangkan siswa TK, yang memiliki usia lebih besar, diharapkan bisa langsung menulis atau menggambar sendiri pengalaman literasi mereka.
“Saya sangat bersyukur, Nurul Fikri memberikan fasilitas seperti ini. Kegiatan ini sangat bermanfaat. Anak saya mulai bisa menulis cerita dan mengekspresikannya dalam bentuk gambar,”
ujar Sulistyowati, salah satu wali murid TK B.
Kegiatan Pesta Literasi ini menunjukkan bahwa dengan kolaborasi antara sekolah, orangtua, dan lembaga terkait, budaya literasi bisa tumbuh subur sejak usia dini. Semoga semangat membaca terus berkembang dan menjadi bagian dari kehidupan anak-anak Indonesia.
Jamilatun Heni Marfu’ah
Kepala Sekolah KB-TKIT Nurul Fikri
Dimuat di Koran Surya, 11 September 2019