Menghadirkan Gurunya Para Guru: Refleksi 20 Tahun NUFI Sidoarjo
"Dalam peringatan Hari Guru Nasional dan Milad ke-20, NUFI Sidoarjo memberikan penghargaan kepada para guru berdedikasi, termasuk guru Al-Qur’an dan guru senior. Salah satu momen paling menyentuh adalah kisah perjuangan Bu Sumarti, guru TK yang telah mengabdi selama 40 tahun. "
Menghadirkan Gurunya Para Guru
Sidoarjo – Dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional 2021 sekaligus Milad ke-20 Nurul Fikri Sidoarjo (NUFI), diselenggarakan acara apresiasi bagi guru-guru berprestasi dan berdedikasi. Termasuk di antaranya adalah guru Al-Qur’an yang berhasil membimbing siswa untuk menyelesaikan hafalan melebihi target.
Acara yang digelar pada Sabtu, 20 November 2021 di Aula NUFI Sidoarjo ini dihadiri oleh:
-
Dr. Ng. Tirto Adi, M.Pd., Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sidoarjo,
-
Muammal Jasin, M.Pd., Direktur Eksekutif NUFI,
-
H. Syaiful Arifin, S.S., M.Pd., Ketua Yayasan Ponpes Ath-Thoyyibah.
Menariknya, seluruh guru hadir dengan busana khas tempo dulu. Guru laki-laki mengenakan blangkon, sementara guru perempuan tampil anggun mengenakan kebaya. Nuansa tradisional ini menghadirkan semangat nostalgia sekaligus penghormatan terhadap nilai-nilai luhur profesi guru.
Kisah Inspiratif dari Guru Senior
Salah satu tokoh yang sangat menyentuh hati adalah Ibu Sumarti, S.Pd., guru TK yang telah mengabdi sejak tahun 1979 hingga 2020. Pada usia 63 tahun, Bu Sumarti tampil membagikan kisah perjuangannya dalam dunia pendidikan anak usia dini.
“Waktu saya mulai mengajar tahun 1979, gaji saya hanya Rp6.500. Tapi saya tetap semangat karena yang saya cari adalah barokah,” ungkapnya.
Bu Sumarti mengajar di TK Darma Wanita Masangan Wetan, Kecamatan Sukodono. Ia menceritakan bahwa pada masa itu, tidak banyak orang yang mau menjadi guru karena keterbatasan insentif dan minimnya fasilitas.
“Waktu itu murid saya 50 anak, dana terbatas, tapi karena niat karena Allah, semua terasa ringan. Saya menikmati pekerjaan saya karena tulus mencintai anak-anak didik,” tambahnya.
Selain menjadi guru TK, Bu Sumarti juga aktif sebagai kader posyandu, kader lansia, serta pengurus koperasi desa, dan pernah mendapat apresiasi langsung dari mantan Gubernur Jawa Timur, Pakde Karwo.
“Pesan saya kepada guru-guru muda: Berjuanglah karena Allah. Jika niatnya lurus, maka keberkahan akan datang. InsyaAllah anak-anak didik kita akan menjadi anak yang salih dan berbudi luhur.”
Kisah Bu Sumarti menjadi pengingat bahwa profesi guru bukan hanya soal transfer ilmu, tetapi juga tentang keikhlasan, keteladanan, dan cinta kasih. NUFI Sidoarjo menghadirkan sosok seperti beliau sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah panjang perjuangan para pendidik.
Ditulis oleh:
Tim RadarJatim.id – Disunting dan dirapikan untuk keperluan publikasi NUFI
Sumber asli: RadarJatim.id – Edisi 20/11/2021