News

BLog Img

MENGANTAR ANAK MENUJU BALIGH

"Setiap anak, siap atau tidak, akan sampai pada masa baligh. Pada masa itu, ia sudah dibebani kewajiban menjalankan syari’at Islam layaknya orang dewasa. Lantas apa saja yang harus dilakukan orangtua untuk mengantarkan anak siap sampai pada masa itu?"

MENGANTAR ANAK MENUJU BALIGH

Fathonah, S.Pd Kabid. Al Quran dan Keislaman Nufi

 

Setiap anak, siap atau tidak, akan sampai pada masa baligh. Pada masa itu, ia sudah dibebani kewajiban menjalankan syari’at Islam layaknya orang dewasa.

Baligh dalam bahasa arab artinya sudah sampai. Maka anak baligh dapat diartikan sebagai anak yang telah mencapai masa wajib untuk menjalankan syari’at Islam. Pada saat itu pahala dan dosa mulai menjadi bagian dari catatan amalnya. Bisa diumpamakan anak yang sudah baligh adalah anak yang sudah memiliki rekening tabungan kebaikan dan keburukan sendiri. Tidak lagi ikut numpang pada rekening orangtua.

Dalam tubuh anak yang baligh ini sedang terjadi pematangan organ-organ seksual. Pada saat ini juga fase reproduksinya mulai berfungsi. Sebagai contoh ciri-ciri perubahan fisik pada anak laki-laki misalnya ditandai dengan tumbuh rambut dibagian tertentu, muncul perubahan suara dan otot-otot mereka mulai kekar. Puncaknya anak lelaki ini akan mengalami mimpi basah. Sementara perubahan fisik pada perempuan ditandai dengan membesarnya pinggul, payudara dan puncaknya  adalah datangnya menstruasi.

Lantas apa saja yang harus dilakukan orangtua untuk mengantarkan anak siap sampai pada masa itu?

  1. Penegasan jenis kelamin

Kesiapan anak menghadapi masa baligh sudah harus disiapkan orangtua sejak dini. Persiapan ini bisa diawali dengan penegasan jenis kelamin yang harus dimulai dari rumah. Contoh ungkapan-ungkapan semacam saya laki-laki, dia perempuan, ibu perempuan, ayah laki-laki. Misalnya juga tentang aqiqah anak laki-laki memotong 2 ekor kambing, sementara perempuan seekor kambing ini merupakan bagian dari pembelajaran.

Selanjutnya orangtua juga harus mulai mengajarkan adab-adab aurat pada anak. Seperti halnya juga mulai untuk memisahkan kamar tidur anak laki-laki dan perempuan, tidak mengajarkan mereka tidur satu selimut, mengajarkan adab mengetuk pintu kamar orangtua terutama pada tiga waktu terlarang (habis subuh, tengah hari dan malam hari), mandi pada ruangan yang tertutup dan harus menjaga batas-batas kesopanan aurat orangtua di depan anak.

  1. Mendidik dengan adab-adab

Disini sangat penting para orangtua harus tetap menjaga kesopanan berpakain di depan anak. Sayangnya hal ini seringkali terabaikan. Padahal  ada tiga macam pakaian bagi Wanita dewasa. Pertama, pakaian keluar rumah atau berhadapan dengan laki-laki non mahrom. Pakaian jenis pertama ini adalah pakaian yang sempurna menutup aurat. Kedua, pakaian di tengah keluarga (anak-anak). Pakaian ini adalah pakaian yang sopan. Dan yang ketiga adalah pakaian khusus suami istri. Pakaian jenis ketiga ini tidak ada batasnya.

  1. Komunikasi

Bekal yang sangat utama untuk persiapan menuju masa baligh itu adalah terbangunnya komunikasi yang baik antara anak, orangtua dan guru. Tetapi kunci utamanya tetap berada di lingkungan rumah, antara anak dan orangtua.

Karenanya membangun komunikasi yang baik dan sehat antara orangtua dan anak adalah sebuah keharusan. Sebab komunikasi yang tidak baik akan membuat apapun yang disampaikan orangtua tidak sampai. Komunikasi ini harus terbangun dalam suasana yang menyenangkan. Sebab otak akan menyerap banyak informasi bila bekerja dengan prinsip ketenangan.

Dengan bekal yang cukup dari orangtua, anak akan mengalami masa perubahan ini dengan bahagia dan nyaman. Dan pada saatnya  tiba, ia sudah siap menanggung segala kewajibannya sebagai muslim dewasa. InsyaAlloh.

 

                                                                                                            Sidoarjo, 30 Juli 2026

galeri :