Asuransi – Investasi

 

“Orang tua sholih itu asuransi buat anak, dan anak sholih itu investasi bagi orang tua.

Sepertinya analogi tersebut sangat relate bagi kita semua, baik guru dan khususnya untuk orangtua.

Sebelum membahas lebih jauh, mari kita bertanya kepada diri sendiri, apakah kita pantas berharap mau adem ayem dan tau-tau anak besar jadi sholeh? Mustahil.

Dalam suatu kajian yang pernah saya ikuti, sang Ustadz bercerita kepada mahasiswa yang hadir -termasuk saya-. Adalah seorang Kyai kondang di Jateng yang bercerita kepada Ustadz, ketika Ustadz tersebut dan rombongan sowan ke beliau. Beliau hanya punya satu keyakinan, ponpesnya bisa sebesar sekarang, punya ribuan santri, ribuan jama’ah, hanya karena asuransi dari ayahnya. Asuransi seperti apa yang dimaksud?

Beliau melanjutkan cerita tentang perjuangan Ayahnya, Kyai Makmun yang sekaligus berprofesi guru agama sekolah. Dalam keadaan seperti apapun ayahnya ketika masih hidup, tetap berangkat mengajar, bahkan dalam keadaan sakit, beliau tetap memaksa berangkat. Satu kalimat ketika ditanya teman-teman dan kerabat mengapa begitu disiplin hingga terkadang memaksakan diri? “ini untuk anak-anak saya, biar saya repot, sulit, kebaikannya pasti sampai ke anak saya”.

Kyai Makmun kabarnya memiliki 11 anak, yang 10 nya putri, dan satunya adalah Kyai Subhan Makmun. Dan kata-katanya yang fenomenal itu kini sampai kepada anak-anak mereka. Tidak mungkin dibantah, semua sudah melihatnya, dan semua anaknya benar-benar merasakannya.

Selain cerita dari Kyai Makmun, mari kita coba ingat kisah Badiuzzaman Said Nursi dengan kecemerlangan serta kecerdasannya. Diumurnya yang masih sangat muda, Said Nursi sudah menguasai 80 kitab dalam waktu 3 bulan, menguasai matematika, ilmu falak, kimia, fisika, geologi, filsafat, sejarah, geografi, dan lain-lain. Dengan melahirkan sebuah karya masterpiece, yaitu Risala-i Nur atau dijuluki Risalah Annur. Berkat kecerdasan dan kemampuannya menguasai beragam ilmu pengetahuan itulah, sang pemikir agung ini dijuluki Badiuzzaman. Selain itu, Badiuzzaman Said Nursi berani menentang sekulerisme Turki yang diusung oleh Mustafa Kemal Ataturk.

Dan ternyata Said Nursi mendapatkan keteladanan langsung dari kedua orangtuanya. Dialah Nuriye, ibunda Said Nursi. Perempuan penghafal Al Quran yang sangat menjaga kesucian dirinya, Ia begitu rapat menutup auratnya sehingga belum pernah ada pria yang bukan mahromnya dapat melihat Nuriye. Begitupula Mirza, Ayahanda dari Said Nursi. Pria sholeh yang sederhana. Karena kejujurannya, ia pun bisa meminang Nuriye.

Pertemuan mereka pun cukup unik dan penuh keberkahan. Berawal dari lembu yang digembalakan Mirza memakan rumput yang berada di ladang Molla Thahir. Karena takut akan dosa yang dipikulnya di akhirat kelak, ia pun meminta maaf pada Molla Thahir. Ia meminta untuk dihalalkan rumput yang telah dimakan lembunya. Masya Allah… begitu wara’nya seorang pemuda berusia 25 tahun itu. Pemuda yang begitu kuat menjaga kehalalan dan keharamannya, pemuda yang begitu santun dalam bertutur kata namun tegas dalam berprinsip. Molla Thahir pun tertarik dengan Mirza, hingga ia pun penasaran siapa orangtua yang dapat mendidik seorang pemuda sholeh. Ternyata orangtua Mirza adalah teman lama Molla Thahir. Sehingga singkat cerita, Molla Thahir pun menikahkan anaknya yang bernama Nuriye bersama Mirza. Allah menyatukan dua insan dalam ikatan pernikahan dan cinta nan suci. Sehingga tak heran meraka dianugrahi keturunan yang sholeh-sholehah.

Kalimat yang mengandung banyak ilmu ‘Kebaikan guru atau orangtua lah yang jadi asuransi buat anak’ ini baru saya dengar kala itu. Ketika keduanya bersatu dalam otak saya, sayapun semakin tidak bisa membantah. Apalagi setelah menerima materi kajian tentang kesolihan orangtua. Selesai. Tidak ada pilihan kecuali menjaga diri kita untuk anak-anak kita, beramal sholih ikhlas kepada Allah untuk anak-anak kita, dan seterusnya.

Maka dari itu, perlu suatu strategi yang harus dilakukan ketika kita mendidik anak anak kita, yaitu:

1.  “Meluruskan niat setiap waktu”, mendidik untuk mencari ridha Allah. Karena sejatinya, yang memberi ilmu kepada anak anak kita adalah Allah

2. “All out”, mengusahakan yang terbaik dan tidak setengah-setengah dalam menuntut mentranser ilmu serta personality yang baik.

3. “Open minded”, rela belajar apa saja asalkan bisa bermanfaat dan mengarahkan kita kepada perubahan yang baik, serta peka dengan cara berpikir anak anak dizaman sekarang.

4. “Proaktif dan kritis”, rela mencari dan menemui sumber-sumber ilmu dengan semangat yang tak terbatas dan memfilter ilmu tersebut sebelum ditanamkan didalam hati yang kemudian akan kita sampaikan kepada anak anak kita.

5. “Selalu berdoa”, memohon pada Allah semoga setiap langkah digerakkan menuju pada hal-hal yang baik, dan dilindungi dari ilmu yang salah, serta dilindungi dari penyakit hati yang mungkin datang ketika Allah menitipi ilmu-Nya pada diri.

Wallahua’lam bisshowab. Semoga Allah menguatkan langkah langkah kita untuk tetap istiqomah dalam mendidik. Hingga jiwa anak anak kita penuh dengan ilmu serta cahaya keimanan.

Dari said bin Jubair dari Ibnu ‘Abbas berkata: “Allah mengangkat derajat anak cucu seorang mukmin setara dengannya, meskipun amal perbuatan anak cucunya di bawahnya, agar kedua orangtuanya tenang dan bahagia. Kemudian beliau membaca firman Allah yang artinya, “Dan orang-orang yang beriman, dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka, dan Kami tiada mengurangi sedikit pun dari pahala amal mereka. Tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya.” ( QS. Ath Thuur : 21)

 

 

Oleh : Ulul Azmiatul Mutoharoh, S.Kel

Bagikan postingan

Share on facebook
Share on linkedin
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Kabar Lainnya

Asuransi – Investasi

  “Orang tua sholih itu asuransi buat anak, dan anak sholih itu investasi bagi orang tua.“ Sepertinya analogi tersebut sangat relate bagi kita semua, baik

KEGIATAN SMP

Islamic Speech Contest

Friday, 17th February SMP Nufi held a commemoration of Isra’ Mi’raj 1444 H, in the form Islamic Speech Contest. All students enthusiastically explained the wisdom

Daycare-KB-TK NUFI

Perumahan Graha Asri AE/1-2
Sukodono Sidoarjo
Telp 031-883 1882
WA : 085606300475

SD NUFI

Saimbang Kebonagung
Sukodono – Sidoarjo
Telp 031-883 2774
WA 082139740497